![]() |
| Gambar/amiwidya |
tenggelam dalam barisan kata yang tidak
mengenal batas di mana bayang-bayang
pendeknya mendadak abu dalam putih!
Bayang-bayang kata memanjang di atas kertas putih
pun lenyap dalam gaib kata
Buku putih yang mengaburkan garis pada batas
seperti hujan terurai di batas kota,
tak henti-hentinya menggoda biji mata
dan memercikan racun-racun akut
ke dalam batok kepala kita.
Batok kepala pun gundul pelan-pelan di atas bukit.
dingin bunga di luar jendela menggigilkan malam
dalam diam.
Ketika kita memasuki ruangan ini,
buku berdemontrasi tiap kali kita cuek.
Sepi, bila kita tidak membelai dan bercakap-cakap dengan dia.
Mencoba bunuh diri seketika kita tidak menulis.
* Melki Deni, Mahasiswa Semester V STFK Ledalero, Maumere, Flores, NTT.

Komentar
Posting Komentar