Melki Deni | Mahasiswa Semester VI STFK Ledalero Gadis itu membaca kembali obituari ibunya di kamar. Seorang karyawati tua menerka-nerka, seketika gadis itu masuk kamar mandi Pastor, mengambil obituari itu setiap sabtu sore. Gadis itu tidak patut dicurigakan, sementara obituari masih terpampang di kamar mandi Pastor. Gadis itu sudah menyalin teks-teks obituari tersebut. Tapi Pastor itu tidak pernah mencurigai gadis kecil, anak darahnya, dan obituari kekasih gelapnya itu, kecuali gunting kecil. Empat tahun kemudian, Pastor itu baru tahu. *** Gadis itu baru berumur enam belas tahun. Pastor mengadopsi dia sejak masih kecil dari seorang janda. Pastor menceritakan bahwa gadis itu merupakan hasil hubungan gelap seorang sopir angkutan kota dan penjaga toko di kota seberang. Karena prihatin dan kasih sayangnya, pastor mengadopsi dan membesarkan dia. Belasan tahun gadis itu tinggal bersama Pastor itu di beberapa paroki. Sejak kecil gadis itu merindukan sosok sang ayah seperti Pastor...