1. Udara berselimutkan dingin
kala senja bersinar kemerahan
suara ayam dikandangkan pemilik terdengar
riuh
pertanda hari sudah mulai gelap
Bukit-bukit tetap setia pada tempatnya
menyangga langit yang mulai gelap
dewi anginpun terlihat sibuk menyisir awan
bintang-bintang berbinar pertanda siap tuk
terjaga
Di dapur terlihat ibu-ibu sedang sibuk
suara tampi beras terdengar sangat bersahabat
asap api mulai membubungi atap
panci dan periuk sudah siap beraksi
Rumah-rumah mulai mengerang
pelita-pelita kecil itu bersinar terang
menyambut indah sapaan malam
cahayanya menentramkan jiwa
Aroma kopi memanjakan suasana
memabukkan raga melupakan lelah
raut wajah berseri riang
berkumpul bersama membuatmu bahagia
Nyamuk-nyamukpun turut merasakan suasana
bertamu malam minta dijamu
wangi minyak tanah meremukkan tulangnya
itu berarti hari sudah gelap
2. Cinta sama seperti air
tak bertulang dan tak berdaging
ia akan bertuan kepada siapa saja
ia setia dan menjadi jinak
Ia akan terus mengalir
memenuhi pikiran dan berwadahkan hati
ia bisa berbuah dan bertambah banyak
namun bisa lenyap bahkan menjadi
mengerikan
Kepada siapa ia bertuan itulah takdirnya
kemanapun ia pergi akan mengubah jalanya
jika hatimu bersih dah haus akan dia
ia pun akan mengisi dan menyegarkanmu
Siapa sangka tuan berhati dengki
cintanya mendatangkan maut
hatinya memelihara api
ia terbakar oleh nafsu dan keinginannya
Tuan berpengertian dan berhati bijak
hatinya tenang dan damai
perkataannya menyejukkan hati yang kering
sebab cintanya lebih besar dari pada maut
*Mahasiswa Semester 8 UNIPA Surabaya.

Mantap ya.
BalasHapusBermisi lintas batas! 👏👏😀😀
jahaha ya Pa Ketua, salam hormat. danke banyak.
Hapus