Langsung ke konten utama

Antologi Puisi | Ell Wiwin



Ell Wiwin | Mahasiswa Semester VIII
UNIPA Surabaya 



PERIHAL RINDU


Rindu adalah cambuk

Menyiksaku dengan perlahan

Diam-diam mengiris hati

Sama seperti guntur, bergemuruh di hati

Adakah hujan mampu menyejukkanku?

Setelah ku pelihara teriknya cinta


 

KEHILANGAN


Indah dan menawan semua hanyalah ilusi

Sesaat kau tertawa riang

Sekejap kau menghilang tanpa jejak

yang kini hanya menyisakan kenangan

 

Angin timur bertiup lembut

Mengalunkan melodi indah membekas ingatan

Sejenak ku terlelap memandang mu yang jauh dikeabadian


 

JEJAK


Ku langkahkan kaki perlahan lahan

Semakin jauh aku berjalan

Mataku terpaku menatap jauh

 

Aku melihat bintang yang berkilau

Semakin tinggi angganku berharap

Tak kusangka aku masih pada langkah yang sama

 

Dunia semakin luas melebihi yang kukira

Semua wajah terpampang di angkasa

Ada yang menangis ada yang tertawa

Semuanya sangat bersinar terang

 

Tampak kakiku terpaku

Sejenak ku merenung

Kubalikkan badanku menoleh ke belakang

Huuh..Kukira aku sudah dewasa ternyata tidak

 

Masa mudaku seolah perlahan sirna

Bagaimana ini?

Kukira aku sudah melewatinya

Ternyata aku tersesat dalam anganku


 

TERSIKSA


Matahari membakarku

Angin malam menusuk hatiku

Hasrat jiwaku semakin membara

Seharusnya aku menjadi hangat

Nyatanya aku semakin membeku

 

Mimpiku menyentuh langit

Dekorasi anganku dipenuhi bintang gemintang

Aku menaiki awan dan terbang tinggi

Tapi mengapa gravitasi terus menarikku

Faktanya aku memenjarakan jiwa pada raga yang rapuh


Surabaya, 8 Maret 2021




Komentar

Postingan populer dari blog ini

La'at Natas FC Menjamu IMAMM FC di Lapangan Wairpelit

  Pose bersama setelah pertandingan persahabatan La'at Natas FC menjamu IMAMM (Ikatan Mahasiswa asal Manggarai di Maumere) FC dalam pertandingan persahabatan di lapangan Wairpelit pada 1/05/2023. Pertandingan persahabatan yang diinisiasi oleh Paguyuban fratres SVD asal Manggarai itu berjalan lancar dan dalam suasana persaudaraan yang solid. Pukul 15.30 WITA, wasit utama pertandingan, Bruno Kefi membuka keseluruhan pertandingan dengan memberi arahan dan sekaligus memberi kesempatan para pemain saling bersalaman. Sejak awal pertandingan, para pemain La'at Natas FC berusaha menekan pertahanan IMAMM FC. Pada menit ke-11, Striker La'at Natas, Waldus Nuka berhasil menjebol gawang IMAMM FC dengan tendangan keras di sudut gawang. Gol ini berangkat dari asis manja pemain tengah andalan La'at Natas FC, Smith Sahputra yang memanfaatkan ruang kosong di lini tengah IMAMM FC. Skor kedudukan berubah menjadi 1-0. Tak berselang lama, gelandang La'at Natas, Is patut memanfaatka...

EGO || Puisi Ell Wiwin

sumber: hipwe.com EGO Darah panas meluapkan amarah Ego dapat meremukkan tulang Suara hati menjerit lepas kendali Adakah yang bisa mengenal hatiku?   Kekeringan iman menjadikan orang kesepian Sungai yang berdesir mencoba membasuh diri Siapa yang dapat menepis debu setelah melekat?   Tangisan menjadi hobi baru Rintikan air mata menetes menjadi tak bermakna Ketika waktunya tiba air mata menjadi dingin Hambar rasa dan tawar hati   Kehangatan cinta terlalu jauh untuk dirangkul Memeluk jiwa dalam kerinduan yang tak terelakkan Panas dingin berdesir mengisi hati yang pilu Masihkan Engkau di sana menungguku?   Memelihara cinta di dasar hati dapat mengharumkan jiwa Namun cinta siapa yang masih bisa berakar? Keegoisan mengembangkan cinta yang fana Menaburkan duri di hati orang lain dan memuja diri   Kebaikan dan kesucian bagaikan buruan di tengah hiruk pikuk dunia Menjadikan penglihatan dan pendengaran tajam Setiap oran...

Hak Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan dalam Cengkeraman Represi Negara dan Agama Mayoritas | Opini Sarnus Joni Harto

  Sarnus Joni Harto, Mahasiswa S1 STFK Ledalero Prolog             Melalui artikel berjudul “Analisis Historis terhadap Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan sebagai Cara Menyelesaikan Konflik”, Malcom D. Evans secara sistematis menguraikan hubungan antara negara dan agama serta pengaruh hubungan itu terhadap evolusi hak kebebasan beragama atau berkeyakinan hingga mencapai pengakuannya melalui Universal Declaration of Human Rights (DUHAM). Menurut Evans, evolusi hak kebebasan beragama bertalian erat dengan konteks sosial-politik sejak Kekaisaran Romawi hingga periode Perang Dunia II. Sebelum pemisahan tegas antara agama dan negara serta sebelum adanya pengakuan universal atas hak individu, kebebasan beragama, baik dalam pengertian positif maupun negatif, adalah suatu ‘pemberian negara’ demi menjamin stabilitas sosial-politik. Karena itu, selama periode itu, hak kebebasan beragama menjadi suatu komoditas politik yang melangge...