PERIHAL
RINDU
Rindu adalah cambuk
Menyiksaku dengan perlahan
Diam-diam mengiris hati
Sama seperti guntur, bergemuruh di hati
Adakah hujan mampu menyejukkanku?
Setelah ku pelihara teriknya cinta
KEHILANGAN
Indah dan menawan semua hanyalah ilusi
Sesaat kau tertawa riang
Sekejap kau menghilang tanpa jejak
yang kini hanya menyisakan kenangan
Angin timur bertiup lembut
Mengalunkan melodi indah membekas
ingatan
Sejenak ku terlelap memandang mu yang
jauh dikeabadian
JEJAK
Ku langkahkan kaki perlahan lahan
Semakin jauh aku berjalan
Mataku terpaku menatap jauh
Aku melihat bintang yang berkilau
Semakin tinggi angganku berharap
Tak kusangka aku masih pada langkah
yang sama
Dunia semakin luas melebihi yang kukira
Semua wajah terpampang di angkasa
Ada yang menangis ada yang tertawa
Semuanya sangat bersinar terang
Tampak kakiku terpaku
Sejenak ku merenung
Kubalikkan badanku menoleh ke belakang
Huuh..Kukira aku sudah dewasa ternyata
tidak
Masa mudaku seolah perlahan sirna
Bagaimana ini?
Kukira aku sudah melewatinya
Ternyata aku tersesat dalam anganku
TERSIKSA
Matahari membakarku
Angin malam menusuk hatiku
Hasrat jiwaku semakin membara
Seharusnya aku menjadi hangat
Nyatanya aku semakin membeku
Mimpiku menyentuh langit
Dekorasi anganku dipenuhi bintang
gemintang
Aku menaiki awan dan terbang tinggi
Tapi mengapa gravitasi terus menarikku
Faktanya aku memenjarakan jiwa pada
raga yang rapuh
Surabaya, 8 Maret 2021

Komentar
Posting Komentar