Seniman Pagi
Merapal namamu
dikeindahan pagi
Yang tak pernah hilang
pada kesenyapan
malam
Berembun sejuk menetes
di raga
Menyisakan dingin yang
menyentuh hati,
sedari tadi fajar
merias
wajah yang kusut ditelan
malam.
Kini kembali merangkul
cerah
Terpesona raga yang
mengayum di alam ini
Tanda bahagia yang telah hadir
Kini aku memandang langit yang senyum.
Mengepas jari di pelabuhan fajar
Berusaha mencoba melepas sekian luka
dengan berlari mengejar impian pada
pagi .
Terima kasih pagi, telah menemaniku dalam tawa
Benteng, 04 Maret 2021
Malam Lara
Ketika malam mulai
bersatu pada bumi
Perlahan senja mulai
sirna
Gumpalan rindu mulai
memayung atmaku
Pikiran kembali gulana
Kini diri bermandikan
butiran remuk mencekam
Tanpa ada bayangan yang hadir menemani
Sungguh merana jiwaku
Merapuh tanpa ada
suara yang
menghenti
Kegelisahanku,
Kini hanya mampu menepih sepi di kesudutan langit
gelap
Tak ada jiwa yang
membius sedihku
Sungguh malam yang
mengesan luka
Benteng, 04 Maret 2021
Pengagum Senja
Di tepian senja yang
berlabuh teduh
Berjuta indah yang tercipta
Senyuman hadir dalam
sukmaku
Sungkawa merindu tak lagi kuprioritaskan
Kini aku hanya ingin mengayum
bait-bait hati yang telah patah
Cinta dipelabuhan
senjaku
Tertawa menyeduh,
Sambili menyilangkan kaki di
bawah kolong langit.
Menatap sejuta deraian bahagia
Yang terlukis jelas dikekuningan senja itu
Akupun menikmatinya
Benteng, 01 Maret 2021
Aku
dan Bumiku
Beratap duka pada bumiku
Yang terus menggema tiada hentinya
Kerikil tajam kian mengambang,
Menyentuh pada
setiap kisah
hidupku
Kini aku yang tertunduk lesu dan membisu
Di bumiku
Membiang dan memandang tentang sakit yang
tak kunjung pulih pada negeri ini.
Tangis terus merintih tanpa
reda
Kini aku tak lagi
menelusurnya
Sebab aku tak
sanggup lagi menahannya
Hanya pada Sang pemilik semesta kumemohon
“Bantulah kami dari segala kemalangan duniawi”
Benteng, 03 Maret 2021
Catatan
Malam
Rintik hujan
merangkul malamku
Keindahan rembulan kian menghilang ditelan derasnya
kabut
Kepada diri yang
masih bergurau tentangmu
Tentang sosok yg terabadi dikeseparuhan jiwa ini
Kini namamu tak bisa lagi ku eja dengan kata
Dan tak bisa lagi kubendung dengan rasa
Kepada diri yg sudah tertata rapi
Pada dalamnya jiwa,
Kala rasaku dalam akanmu
Seperti dalamnyan lautan yang
tak bisa kuselami
Dan seperti langit yang tingginya
tak bisa kugapai
Benteng, 03 Maret 2021

Komentar
Posting Komentar