Sampai Pada Tanya, Di Mana Wajah Jelekku?
Aku
yang mencintaimu dengan tulus
Bulan
kedua ditahun ini, bulan kelahiranmu.
Dan
kau adalah gerimis-gerimis puitis di hati ini.
Hujan
turun sepanjang Februari
Aku
yang selalu bercermin digenangan air di tepi jalan
Melihat wajah dari segala sisi kecantikan,
aku tersenyum di sana dan aku mencoba
menangis.
Sampai
pada tanya, di mana wajah jelekku?
Malam ini
Aku
merayu-rayuMu sebelum hari ini selesai
Sebelum
jendela,
Sebelum
pintu,
Sebelum
mata tertutup rapat-rapat,
Hingga
angin berhembus sepi, tubuhku didekap malam.
Senja Dan Diriku
Aku
mengayunkan parasmu dengan tulisan bertinta cahaya senja
Membayang-bayang
ragamu mendengar detak jantung ini
Kalimatku
untukmu hancur, coretan di mana-mana,
Sebaiknya
jangan kau tanya hati ini.
Langit
perlahan menuju lengan malam, aku tak mampu menjadi
seperti
yang kau mau.
Kabar Rindu
Hari
ini,
Angin
malam mengirimkan sepucuk surat
“Apa
kabar kamu?”
Bagaimana
dengan puisi-puisimu?”
Tapi
sayang aku keburu nyenyak dipangkuan malam
Untukmu
Malam
terus berirama dengan suara alam
Pemandangan
langit yang penuh bintang
dan
satu bulan; itu aku
Di
mana pun kamu ada
Di genggaman jari kelingking ada janji yang mengait erat kesetian.

Mantaps enu ππππ
BalasHapusTerima frater.
HapusMntap wetaπππ
BalasHapusTerima kasih. salom.
HapusKeren ibu... Tingkatkan terus ee....slam sukses
BalasHapusTerima kasih. salom.
Hapus