Bertin Japa | Mahasiswa Semester VIII STFK Ledalero (Tulisan sederhana ini lebih bersifat sebagai sebuah C atatan reflektif bagi kaum perempuan yang membunuh buah hatinya lantaran tidak ada pengakuan dari pihak laki-laki) PENDAHULUAN Aksi perlawanan akibat perkara batin terhadap suatu tanggungjawab yang berat adalah sesuatu yang manusiawi. Namun , benarkah tesis demikian dibenarkan secara mutlak. Ataukah ada kemungkinan lain semisal menerima tanggungjawab sekalipun itu berat bahkan sulit dipahami untuk konteks manusiawi. Dua hal inilah yang menimbulkan perkara batin. Perkara mengandaikan ada suatu pertentangan antara realitas di luar diri dengan apa yang dirasakan dalam diri. Apakah ada kemungkinan untuk mendamaikan pertentangan yang ada?. Hemat saya, kemungkinan itu akan ada jika kita bercermin diri dengan kesaksian hidup Bunda Maria. Kasus pembunuhan bayi sering menjadi menu bulanan yang menyita perhatian publik. Masalah...