Langsung ke konten utama

Antologi Puisi | Maria Chey




Oleh: Maria Chey 



MARIA

 

Malam ini malam hening paling gaduh,

Binatang Malam dan penghuni langit bulan bersembunyi entah di balik mana.

Gelap seakan liar mengecup sepi

Hempasan angin berhenti dalam rindang daun kering,

 

Malam ini malam hening paling gaduh,

Untuk gadis bernama Maria,

Yang kini berperang dengan kenangan

Memori ribut dalam ingatan

Diputarnya kisah tempo dulu

Cerita-cerita jadul menampar duka

 

Maria,

Gadis berpayung piluh,

Yang tak lekas mau tinggalkan malam,

Melebur bersama heningnya sepih

Walau Pikiran mencabik diamnya

 

Di bawah gelap dan sepinya malam,

Ditumpahkannya duka yang tertelan lama di dada,

Pada hening yang dibuatnya bising,

Dalam ributnya kenangan lalu

 

Malam ini malam hening paling gaduh,

Saat maria merobek mimpi,

Dengan ikatan temali yang mendarat pada lingkaran lehernya

di bawah pohon rindang tempat lama ia mengadu luka

 

Maria tak tahan memeluk hening,

Hening yang gaduh untuknya,

Hening yang membawanya pada perang ingatan

Hingga diputuskannya waktu yang belum saatnya,

 

Maria mati, dalam hening yang paling gaduh.

Malam ini. Di bawah gelapnya malam !

 

 

SELAMAT TINGGAL

 

Waktu menyalami kita,

Pada ribut panjang tak punya jeda

Pada Ikatan yang tak mampu terus diikat

Pada kenangan yang sudah saatnya ditelan lupa

 

Pada bibir yang sudah keluh,

Pada lelah yang telah habis,

Kau kecup kenangan itu dengan salam selamat tinggal !

 

 

KITA

 

Adalah buih embun yang jatuh pada daun yang kering,

Tertinggal dan habis dihisap panas,

Dilupakan langit,

Tak dikenal tanah

Hilang tanpa harus dicari

 

Adalah sebutir pasir yang dibawa pergi

Lalu jatuh di tengah Jalan

Diinjak hujan,

Dihantam terik

Lalu beku menjadi batu

 

Kita,

adalah kenangan yang akan dilupakan

Salah tempat dan waktu Saat bertemu.

 

 

PERGI

 

Saat luka terlalu dalam tertembus pada dinding hati,

Tangis Jatuh mengunjungi pipih,

Suara bungkam terhenti pada bibir diam

Dan pikiran didesak resah melepas mimpi

 

Ketika luka terlalu lelah digenggam,

Bisakah pinta pamit diucapkan segera?

Walau melawan ingin hati yang masih mau menetap,

Demi hati yang tak mampu menampung yang lebih dari ini

 

Pada bibir yang sudah keluh,

Pada Tubuh yang lama gigil memeluk,

Kuhentikan langkah,

Dengan mundur perlahan,

Hingga waktunya menyapa; Saatnya kita pergi !

 

 

PAULUS

 

Kadang Cinta yang dalam harus mampu dirampas keluar,

agar tidak lagi pedih menyayat hati yang perlahan habis dihancur luka.

Sudah waktunya,

Kita hentikan khayalan gila,

Dan Pamit dengan semestinya.

Pergilah, Gerbang ikhlas telah menantimu di ujung jalan.

 

 

Komentar

  1. Saya tidak mau menghentikan khayalan gila ini! 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu teruslah berkhayal sampai benar2 menjadi gila🤚

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Maria Chey, terima kasih puisi-puisimu ya. Bagus. Sukses selalu.

    BalasHapus
  3. Sebagai seseorang yang tahu perjalanan panjang si Maria sampai puisi ini beranak Pinak..hahaha saya ucapkan selamat berkarya Che 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang terdekat selalu menjadi motivator✊ Trimss sobat

      Hapus
  4. Maka jangan mempersoalkan kesepian, kesendirian. Sebab dua hal itu punya hasil, bentuk yang kau sudah buat; puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abang heri kalau sudah masuk sy siap angkat topi🤝
      Salam pena tem✊

      Hapus
  5. Mantap Chey teruslah berkarya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

La'at Natas FC Menjamu IMAMM FC di Lapangan Wairpelit

  Pose bersama setelah pertandingan persahabatan La'at Natas FC menjamu IMAMM (Ikatan Mahasiswa asal Manggarai di Maumere) FC dalam pertandingan persahabatan di lapangan Wairpelit pada 1/05/2023. Pertandingan persahabatan yang diinisiasi oleh Paguyuban fratres SVD asal Manggarai itu berjalan lancar dan dalam suasana persaudaraan yang solid. Pukul 15.30 WITA, wasit utama pertandingan, Bruno Kefi membuka keseluruhan pertandingan dengan memberi arahan dan sekaligus memberi kesempatan para pemain saling bersalaman. Sejak awal pertandingan, para pemain La'at Natas FC berusaha menekan pertahanan IMAMM FC. Pada menit ke-11, Striker La'at Natas, Waldus Nuka berhasil menjebol gawang IMAMM FC dengan tendangan keras di sudut gawang. Gol ini berangkat dari asis manja pemain tengah andalan La'at Natas FC, Smith Sahputra yang memanfaatkan ruang kosong di lini tengah IMAMM FC. Skor kedudukan berubah menjadi 1-0. Tak berselang lama, gelandang La'at Natas, Is patut memanfaatka...

EGO || Puisi Ell Wiwin

sumber: hipwe.com EGO Darah panas meluapkan amarah Ego dapat meremukkan tulang Suara hati menjerit lepas kendali Adakah yang bisa mengenal hatiku?   Kekeringan iman menjadikan orang kesepian Sungai yang berdesir mencoba membasuh diri Siapa yang dapat menepis debu setelah melekat?   Tangisan menjadi hobi baru Rintikan air mata menetes menjadi tak bermakna Ketika waktunya tiba air mata menjadi dingin Hambar rasa dan tawar hati   Kehangatan cinta terlalu jauh untuk dirangkul Memeluk jiwa dalam kerinduan yang tak terelakkan Panas dingin berdesir mengisi hati yang pilu Masihkan Engkau di sana menungguku?   Memelihara cinta di dasar hati dapat mengharumkan jiwa Namun cinta siapa yang masih bisa berakar? Keegoisan mengembangkan cinta yang fana Menaburkan duri di hati orang lain dan memuja diri   Kebaikan dan kesucian bagaikan buruan di tengah hiruk pikuk dunia Menjadikan penglihatan dan pendengaran tajam Setiap oran...

Daftar Anggota Paguyuban Fratres SVD asal Manggarai dan Seksi-seksi Fratres 2022/2023.

Anggota Paguyuban Fratres SVD asal Manggarai Setelah melakukan acara serah terima kepengurusan Fratres SVD Asal Manggarai periode 2021/2022 ke periode 2022/2023 pada beberapa hari lalu, Staf Fratres SVD Asal Manggarai 2022/2023 melakukan dokumentasi nama-nama anggota paguyuban serta pembagian seksi-seksi kepengurusan 2022/2023.   DAFTAR NAMA ANGGOTA PAGUYUBAN FRATRES SVD ASAL MANGGARAI RAYA No Nama Asal Paroki Tingkat 1. Fr. Perseverando Giano Happy Putra St. Gregorius Borong   I 2. Fr. Lorensius Syukur St. Antonius Padua Ri'i I 3. Fr. Oktavianus Edward Metta   St.Vitalis Cewonikit  Ruteng I 4. Fr. Reginaldus Banis St Agustinus Mok.                      ...